Kelebihan berat badan bukan cuma mempengaruhi lebar pinggang, tetapi juga kesehatan otak. Beberapa kasus obesitas memang berbahaya bagi otak, demikian menurut studi terbaru. Simak penjelasan mengenai pengaruh obesitas terhadap otak selengkapnya berikut ini.

1. Obesitas dan kecanduan makan
Menurut sebuah penelitian, obesitas secara otomatis mengubah pola makan seseorang. Anda akan semakin kecanduan makan jika berat badan bertambah. Hal ini dikarenakan otak butuh dipuaskan dengan makanan manis dan berlemak.

2. Obesitas dan sistem imun
Studi yang dilaporkan dalam pertemuan American Academy of Child and Adolescent Psychiatry menemukan hubungan obesitas dan sistem imun. Awalnya, obesitas mengubah kinerja sistem imun sehingga meningkatkan risiko inflamasi. Inflamasi tersebut kemudian mempengaruhi otak dan menghancurkan beberapa bagian di sana. Akibatnya, suasana hati mudah berubah dan membuat seseorang susah menghentikan kebiasaan makan berlebih.

3. Obesitas dan Demensia
Sehubungan dengan inflamasi akibat obesitas, ternyata keadaan itu membuat tubuh dan pikiran menjadi mudah stres. Selain itu, lemak di perut pun membuat ukuran otak mengecil. Sehingga risiko demensia meningkat pada penderita obesitas.

4. Obesitas dan diet yoyo
Pernah dengar diet yoyo? Diet yoyo disebut juga dengan diet yang berputar, karena seseorang mengalami penurunan dan peningkatan berat badan secara berkelanjutan. Diet yoyo ini bisa membuat berat badan semakin cepat bertambah. Perputaran itu pun mempengaruhi otak dan membuat seseorang cepat stres.

5. Obesitas dan ingatan
Studi dalam Journal of the American Geriatric Society menyebutkan obesitas mampu merusak memori seseorang. Hal ini dikarenakan ada hormon yang diproduksi dari lemak yang menyebabkan inflamasi. Inflamasi tersebut lantas mempengaruhi bagian kognitif seseorang yang berujung pada hilang ingatan.

Nah, demikian berbagai bahaya obesitas terhadap otak. Kalau Anda tidak ingin mengalaminya, sebaiknya jaga berat badan agar tetap ideal!